Kurikulum IDAC memadu perkembangan anak, ragam kecerdasan, dan nilai keislaman — diterjemahkan jadi program unggulan di setiap jenjang, dari Kelompok Bermain hingga SMA.
Menumbuhkan Potensi, Menghidupkan Ilmu, Membentuk Pribadi
Setiap anak adalah pribadi yang unik, dengan potensi berbeda dan proses berkembang yang tidak selalu sama. Karena itu, IDAC memadukan kebutuhan perkembangan anak, kekayaan potensi kecerdasan, pengalaman belajar yang bermakna, serta nilai-nilai spiritual Islam — bukan sekadar memberi materi dan mengukurnya lewat tes.
01
Empat Landasan Pemikiran
Teori Piaget
Belajar dari Pengalaman
Anak membangun pemahaman lewat pengalaman, sesuai tahap perkembangan kognitifnya.
Teori Vygotsky
Tumbuh Lewat Interaksi
Anak berkembang melalui interaksi, kolaborasi, dan pendampingan yang tepat dari guru maupun lingkungannya.
Pendekatan Montessori
Eksplorasi & Kemandirian
Anak belajar lewat pengalaman langsung, kemandirian, dan lingkungan yang mendukung proses belajarnya.
Multiple Intelligences
Ragam Kecerdasan Anak
Kecerdasan anak tidak hadir dalam satu bentuk — setiap anak punya kombinasi potensi yang berbeda.
02
Belajar Tidak Hanya dengan Mendengarkan
Anak tidak hanya duduk mendengarkan guru, tetapi mendapat kesempatan untuk:
Parallel Learning
Belajar lewat berbagai aktivitas paralel sesuai kebutuhan, minat, dan ritme belajar anak.
Project Based Learning
Proyek yang mendorong anak menghubungkan pengetahuan, bekerja sama, dan menghasilkan karya.
Science Practical & Experiment
Mengenal sains dengan mengamati, mencoba, bereksperimen, dan menemukan jawaban sendiri.
Collaborative Learning
Belajar bersama teman, berdiskusi, berbagi gagasan, dan membangun kemampuan bekerja sama.
Problem & Inquiry Based Learning
Anak didorong bertanya, mencari tahu, menghubungkan informasi, dan menemukan solusi.
Literacy & Communication
Mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan menyampaikan gagasan dengan percaya diri.
Creative & Experiential Learning
Ruang bagi anak untuk berkreasi, berkarya, bergerak, dan belajar dari pengalaman nyata.
03
Ilmu yang Tidak Berhenti di Kepala
Kami ingin anak bukan hanya “tahu”, tetapi juga mampu “melakukan” dan “menjadi”. Karena itu, assessment tidak hanya mengandalkan paper test.
Bagi kami, ilmu pengetahuan dan spiritualitas bukan dua hal yang terpisah.
Belajar tentang alam sekaligus mengagumi Sang Pencipta
Belajar berpikir kritis sekaligus menjunjung kebenaran dan kejujuran
Belajar bekerja sama sekaligus menghargai dan menyayangi sesama
Belajar menjadi cerdas sekaligus menjadi pribadi yang mulia dan tangguh
Mengembangkan akal tanpa mengabaikan hati.
Menumbuhkan kecerdasan tanpa kehilangan adab.
Menghidupkan ilmu agar menjadi amal dan karakter.
Kami tidak ingin sekadar menghasilkan anak yang mampu menjawab soal. Kami ingin menumbuhkan anak yang senang belajar, berani bertanya, mampu berpikir, terampil berkarya, mampu bekerja sama, memiliki rasa ingin tahu, mencintai ilmu, dan memiliki kesadaran bahwa setiap ilmu pada akhirnya membawa manusia semakin mengenal dan mensyukuri kebesaran Allah.
“Because every child deserves to learn in ways that honor who they are, how they grow, and who they can become.”
Perjalanan Belajar
Dari Kelompok Bermain Hingga SMA
Satu yayasan, satu arah pendidikan. Di jenjang SD, orang tua dapat memilih jalur reguler atau jalur tahfidz — keduanya berlanjut ke SMP–SMA tanpa harus berpindah nilai.
01KB & TK
Kelompok Bermain & Taman Kanak-kanak
Usia 2–6 tahun
Sains dimulai dari rasa ingin tahu. Anak belajar lewat sentra dan area main, sambil menumbuhkan pembiasaan ibadah sejak dini.
Program unggulan kami tidak berhenti di ruang kelas. Setiap tahun anak-anak tampil, meneliti, berkarya, dan menyampaikan gagasannya di hadapan publik.
Semua Jenjang
Festival Belajar
Murid berperan sebagai guru yang menjelaskan sebuah materi kepada orang tua murid yang datang. Kegiatan dibagi ke dalam pos-pos — ada pos sains, pos bahasa, dan lainnya — sehingga setiap anak mendapat panggungnya sendiri untuk menyampaikan apa yang ia kuasai.
Tingkat SD
Laboratorium & Science Project
Siswa belajar sains secara nyata di laboratorium untuk memahami berbagai fenomena sains. Siswa juga berlatih berpikir sistematis dan metodologis untuk mendeliver sebuah proyek atau penelitian sains berbasis proyek, yang hasilnya dituangkan dalam acara Science Expo.
SMP–SMA
Music Final Project (MFP)
Meningkatkan kreativitas, keberanian untuk tampil, dan kemampuan berkolaborasi yang dipayungi dalam kegiatan bermusik. Setiap kelompok menggarap karya musiknya sendiri hingga siap dipentaskan.
SMP–SMA
Self Exploration & Deep Learning Program
Anak-anak mengeksplorasi ragam minat untuk cita-cita di masa depan, mendalami bidang yang menjadi minatnya dengan latar yang berbeda-beda. Kegiatan ini dituangkan dalam bentuk internship, backpacker, volunteerism, art project, dan STEM project.
SMP–SMA
Traditional Sundanese Folklore Drama
Pementasan drama Sunda sebagai projek akhir bahasa yang ditonton di sekolah. Kegiatan ini menumbuhkan semangat kebudayaan pada siswa serta melatih keberanian, kreativitas, dan kerja sama untuk menghasilkan tampilan yang menarik.
TK–SD
Multiple Intelligence Festival
Mirip dengan Festival Belajar, namun di sini anak menjelaskan dari berbagai ragam kecerdasan — tidak hanya akademik, tetapi juga spasial, seni, musik, linguistik, dan lainnya. Setiap anak tampil melalui kecerdasan yang paling menonjol pada dirinya.
TK–SMA
Musical Theater
Drama musikal tematik yang ditampilkan di gedung teater dan dapat ditonton oleh khalayak umum serta orang tua. Program ini dirancang untuk meningkatkan aspek kolaboratif anak, keberanian tampil, keberanian menyampaikan isi pikiran, olah rasa, aspek seni, serta nilai-nilai yang ditampilkan dalam pementasan.